Sabtu, 13 Juli 2013

Generasi Kedua Anak Si Belang

Beberapa bulan berlalu, mungkin sudah enam bulan sejak kelahiran generasi pertama anak-anak si belang, kini si belang sudah melahirkan anak-anak generasi keduanya. Di generasi kedua anak si belang ini melahirkan lima ekor anak kucing, dengan warna yang seragam belang. Mengingat jantan yang menghamili si belang ini merupakan jantan yang mendominasi di wilayah kos Yulimar. Informasi kelahiran anak-anak generasi kedua ini sekitar seminggu yang lalu (awal Juli), sebelum masuk masa puasa. Mengenai informasi jenis kelamin belum bisa disampaikan. Informasi yang saya peroleh ini tidak saya dapatkan secara langsung di TKP, karena kebetulan saya tidak berada di Depok. Teman satu kos yang menginformasikannya kepada saya.

Saya juga tidak mempunyai gambar waktu pertama kali anaknya keluar. Berbeda ketika waktu generasi pertama, al, el dan dul (kancil 2). Sebagai informasi saja, generas pertama yang masih hidup di Yulimar hanya si dul (kancil 2). Kancil dua jadi kucing pejantan yang polos, sama seperti pamannya si orange.

Catatan terpenting dari kelahiran generasi kedua ini lebih kesoal warna bulunya yang seragam belang, sangat tidak variatif sekali. Harapannya sih bisa punya kucing dengan warna yang lebih variatif. Untuk penerus orange saja belum ada. Kalau penerus warna bulu dari pejantan yang dominan kebetulan ada “terturun” pada si kancil 2. Warna bulunya mirip seperti si pejantan (induk jantan/ ayahnya). Sebelumnya memang ada anak kucing dengan warna serupa diberi nama kancil/ garong. Oleh karena itu si dul itu dinamakan lain kancil 2, karena kancil 1 sudah ada lebih dulu. Tapi kebetulan diambil orang jadi sekarang hanya kancil 2 yang jelas ada di Yulimar.

Sifat kucing-kucing yang ada di komplek Yulimar ini adalah sopan. Dalam arti sopan bukan seperti sopannya manusia yang apa-apa menurut jika diperintah. Kucing di Yulimar ini punya kebiasaan yang baik seperti BAB atau buang air kecil tidak disembarang tempat. Mereka punya tempat tertentu untuk buang, sehingga tidak bikin kotor. Kemudian juga kucing-kucing di sini bisa dibilang setia sama majikannya. Mereka tahu kepada siapa mereka dekat, karena mereka ini dipelihara. Soal sifat garongnya sih ada sedikit, cuma kalau kita gertak sedikit ya mereka masih ada takutnya. Didikan macam itu diajarkan oleh induk betina, karena sudah terbiasa dengan kehidupan di Yulimar. Lalu sifat lainnya itu tidak liar, kalau untuk kucing yang betina si memang lebih agresif, sebaliknya yang jantan malah tidak, kucing jantan dua ekor yang sudah terpelihara punya sifat polos dan tidak mendominasi area, lebih banyak kalah terhadap jantan lain di areanya.

Harapan saya sih misalkan generasi kedua yang lima ekor itu juga bisa menurunkan sifat yang baik. Terutama kebiasan baik untuk tidak buang kotoran sembarangan, karena itu yang terpenting. Soalnya ada pengalaman ada anak kucing dari luar yang dipelihara di Yulimar akhirnya dibuang/ diusir karena tidak bisa hidup dengan cara atau aturan yang berlaku di Yulimar, yaitu soal buang kotoran. Akhirnya anak kucing itu diusir, dibuang oleh anak-anak kos, seperti nasib yang dialami si item. Entah bagaimana sekarang nasibnya. Semoga lima ekor kucing itu selamat. Owh iya, catatan penting, mudah-mudahan mereka jantan semua, kalau betina si kemungkinan bakal dilelang juga, karena stok betina di Yulimar sudah cukup banyak, jangan sampai Yulimar ini jadi pabrik kucing. Sekian catatan sementara saya, lanjut info berikutnya menyusul.

Kamis, 11 Juli 2013

Puasa Hari Pertama di Kota Cirebon

Akhirnya tiba juga bulan Ramadhan di tahun 2013 ini. Artinya sudah memasuki masa puasa buat saudara kita yang beragama Muslim. Mau diakui atau tidak, ketika sudah masuk kemasa puasa, ada perbedaan suasana antara hari-hari biasa dengan hari-hari selama bulan puasa. Suasananya selalu ada perbedaan, entah disadari atau tidak, tetapi saya merasakan demikian.

Pada bulan puasa di 2013 ini saya lebih banyak menghabiskan waktu di Kota Cirebon. Di hari pertama puasa, suasananya cukup lengang. Pagi ini saya kebetulan ada kegiatan keluar rumah, sekitar pukul setengah tujuh pagi. Jalanan di depan pasar Perumnas nampak lengang, sepertinya waktu lebih lambat satu jam, artinya suasana yang ada itu suasana sekitar jam setengah enam. Padahal hari biasa, jam segitu termasuk sudah siang, aktivitas masyarakat cukup ramai di depan pasar. Belum lagi ditambah aktivitas para pekerja yang mau berangkat bekerja. Memang kebetulan bulan puasa tahun ini anak-anak sekolah bertepatan dengan libur sekolah, jadi menambah suasana semakin lengang. Lanjut ke suasana siang hari, juga tidak jauh berbeda, suasannya tetap lengang, tidak banyak aktivitas. Ya seperti suasana di hari-hari tertentu, dimana lebih banyak masyarakat yang tidak keluar rumah. Tanda-tanda aktivitas sih tetap ada, namun tidak seramai daripada hari biasa.

Nah, yang membedakan dimasa puasa ini adalah suasana sore hari. Bila dihari-hari biasa ketika sore hari ya biasa saja, ramai suasana sore, tetapi di bulan puasa suasana sore nampak lebih riuh, jalanan lebih ramai. Karena pada sore hari banyak sekali pedagang-pedagang takjil yang menjual makanan untuk berbuka, belum lagi masyarakat yang menghabiskan waktu untuk menunggu berbuka, dikenal dengan ‘ngabuburit’. Suasana sore ini yang jadi unik yang membedakan dengan hari-hari biasa. Dari sisi ekonomi terlihat lebih menggeliat dibandingkan hari-hari biasa. Karena setiap masyarakat yang tidak biasa berdagang, dibulan ini mencoba untuk berdagang.

Suasana seperti inilah yang akan menemani beberapa hari ke depan, tepatnya ya 29 hari ke depan, sampai nanti masa puasa ini ditutup dengan malam takbiran menuju hari raya Idul Fitri. Suasana yang berbeda di setiap tahunnya, meski tidak genap setiap tahun, karena diamati bulan Ramadahan ini selalu bergerak maju di tahun kalender. Mungkin dulu pernah bulan Ramadhan dekat dengan bulan Desember, tapi kini bergerak maju ke bulan Juli-Agustus, bukan tidak mungkin tahun 2014 bulan Ramadhan akan lebih maju lagi ke bulan Juni-Juli. Sampai jumpa, dihari pertama puasa di tahun berikutnya. Cu next time

Rabu, 10 Juli 2013

Konsumsi BBM Paska Kenaikan Harga

BBM atau bahan bakar minyak merupakan salah satu bahan pendukung kehidupan di republik ini. BBM ini tak kalah penting dari sembilan bahan pokok, juga kebutuhan primer yang lainnya. BBM ini tidak saja berhubungan dengan transportasi, tapi juga menunjang atau mendukung dalam kebutuhan rumah tangga. Contohnya seperti dulu, ketika harga minyak dunia naik, yang berpangaruh itu dua sisi, yaitu minyak untuk bahan bakar transportasi dan minyak bahan bakar untuk kebutuhan rumah tangga, seperti minyak tanah. Permasalahan kala itu ketika harga minyak dunia naik, pemerintah kewalahan dengan beban subsidi. Permasalahan ini membuat semakin maraknya spekulan minyak, hal ini menyebabkan minyak tanah jadi langka, dan harganya bisa melambung tinggi sekali. Keadaan ini sangat mempersulit masyarakat kecil terutama ibu-ibu rumah tangga yang masih menggantungkan diri pada minyak tanah. Namun seiring berjalannya waktu, pemerintah saat itu punya solusi untuk konversi minyak tanah ke gas. Meski prosesnya tidak mulus dan banyak memakan korban, namun kini masyarakat sudah bisa menyesuaikan dan masalah kesulitan atau ketergantungan terhadap minyak tanah bisa dikurangi.

Sekarang permasalahan yang kerap muncul dan selalu tidak bisa diselesaikan adalah soal bahan bakar minyak untuk transportasi.BBM untuk transportasi di Indonesia ini terkenal mempunyai harga jual yang sangat murah dibandingkan negara-negara lain, terutama ya di sekitar asia tenggara. Kenapa bisa lebih murah, karena harga BBM tersebut mendapat subsidi dari pemerintah, agar masyarakat kecil tidak terbeban dengan harga asli BBM yang mengikuti pasar dunia. Akhirnya beban subsidi itu ditanggung negara, tapi karena kita punya negara yang tak ikhlas menanggung beban masyarakat, akhirnya negara “protes” dan ingin mencabut beban subsidi itu. Dengan alasan-alasan “heroik”, untuk menyelamatkan APBN, untuk mengadilkan masyarakat karena subsidi yang diberikan tidak tepat sasaran, yang lebih “heroik” lagi adalah untuk mesejahterakan masyarakat.

BBM di Indonesia itu dikenal ada premium dan solar, keduanya mendapat subsidi, ada lagi pertamax, pertamax plus, dan solar non subsidi. Soal premium dan solar masih jadi primadona masyarakat, karena harganya yang murah. Dulu saya ingat, waktu saya kecil, harga premium di eceran itu hanya Rp 700,00, itu  pun harga kita beli di eceran. Dulu saya ingat, setiap beli bensi selalu di eceran, sebelum mengenal SPBU, waktu itu jumlah SPBU masih sedikit sekali. Sampai akhirnya jaman sekarang 2013 , harga BBM untuk premium Rp 6.500,00. Harga ini masih lebih murah dari negara-negara lain kawasan terdekat dengan republik ini.

Masih di tahun yang sama, pengeluaran untuk BBM biasa sih Rp 10.000,00 sudah cukup untuk beberapa hari, ya 2-3 hari pemakaian kendaraan, untuk aktivitas di Kota Cirebon. Tapi untuk pemakaian di ibukota Kota Depok - DKI Jakarta PP, sehari untuk bahan bakar bisa habis Rp 15.000,00. Bayangkan dengan harga premium sekarang, dengan nominal yang sama hanya dapat berapa liter??? Pastinya jelaskan akan memberatkan. Biasa dengan harga yang dulu isi Rp 10.000,00 dapat 2,22 liter premium dan kalau isi Rp 15.000,00 dapat 3,33 liter. Untung saja motor saya termasuk motor yang irit Yamaha Vega R 2006, 1 liter bisa habiskan 48 kilometer. Dikalikan saja untuk Rp 10.000,00 daya tempuhnya 106,56 kilometer sedangkan Rp 15.000,00 daya tempuhnya 159,84 kilometer.

Kalau dengan harga premium sekarang Rp 6.500,00. Untuk pengisian Rp 10.000,00 hanya dapat 1,53 liter dan Rp 15.000,00 hanya dapat 2,31 liter. Angkanya sungguh jauh berbeda sekali, hal ini sudah pasti akan mempengaruhi jarak tempuh. Dengan patokan literan di atas, jarak tempuh kendaraan saya hanya: untuk Rp 10.000,00 daya tempuhnya hanya 73,44 kilometer dan Rp 15.000,00 daya tempuhnya 110,88 kilometer.

Itung-itungan kasar di atas sudah sangat jelas akan mempengaruhi pengeluaran bulanan. apalagi ditambah penghasilan yang tidak naik, sudah pasti akan memberatkan. Ya ini untuk saya yang itungannya termasuk masyarakat menengah kebawah. Lalu bagaimana masyarakat yang memang benar-benar miskin? Apakah cukup, ganti rugi kenaikan BBM dengan BLSM hanya beberapa rupiah saja? Entahlah, mungkin pemerintah lebih pintar main itung-itungan, soal “ngadalin” rakyat mereka jagonya. Jadi sudahlah, mau bagaimana lagi. Sekarang sih kita masyarakat yang harus lebih kreatif daripada pemerintah, ya biar saja rakyat semakin pintar dan pemerintah semakin tolol. Buat saya pribadi ya menyikapinya, konsumsi pengeluaran untuk bahan bakar tetap ditekan diangka rupiah sebelum kenaikan, dengan konsekuensi mengrangi daya tempuh kendaraan. Karena bila menaikan pengeluaran lagi untuk bahan bakar maka pendapatan tidak akan mencukupi. Belum lagi tekanan kenaikan harga akibat efek berantai kenaikan BBM. Sekali lagi kita yang harus kreatif mensiasati hal ini. Biarlah kita jadi rakyat yang pintar dan pemerintah jadi yang paling tolol. Semoga pemerintahan yang sekaran ini berjalan cepat usai, purba tugas. Mudah-mudahan pimpinan negeri ini nanti jauh-jauh-jauh lebih kompeten dan lebih pro pada rakyat. Paling tidak minimal seperti Jokowi dan Ahok yang sedang jadi sorotan sebagai contoh pimpinan terbaik jaman ini. Semoga demikian!!!Itung-itungan kasar di atas sudah sangat jelas akan mempengaruhi pengeluaran bulanan. apalagi ditambah penghasilan yang tidak naik, sudah pasti akan memberatkan. Ya ini untuk saya yang itungannya termasuk masyarakat menengah kebawah. Lalu bagaimana masyarakat yang memang benar-benar miskin? Apakah cukup, ganti rugi kenaikan BBM dengan BLSM hanya beberapa rupiah saja? Entahlah, mungkin pemerintah lebih pintar main itung-itungan, soal “ngadalin” rakyat mereka jagonya. Jadi sudahlah, mau bagaimana lagi. Sekarang sih kita masyarakat yang harus lebih kreatif daripada pemerintah, ya biar saja rakyat semakin pintar dan pemerintah semakin tolol. Buat saya pribadi ya menyikapinya, konsumsi pengeluaran untuk bahan bakar tetap ditekan diangka rupiah sebelum kenaikan, dengan konsekuensi mengrangi daya tempuh kendaraan. Karena bila menaikan pengeluaran lagi untuk bahan bakar maka pendapatan tidak akan mencukupi. Belum lagi tekanan kenaikan harga akibat efek berantai kenaikan BBM. Sekali lagi kita yang harus kreatif mensiasati hal ini. Biarlah kita jadi rakyat yang pintar dan pemerintah jadi yang paling tolol. Semoga pemerintahan yang sekaran ini berjalan cepat usai, purba tugas. Mudah-mudahan pimpinan negeri ini nanti jauh-jauh-jauh lebih kompeten dan lebih pro pada rakyat. Paling tidak minimal seperti Jokowi dan Ahok yang sedang jadi sorotan sebagai contoh pimpinan terbaik jaman ini. Semoga demikian!!!